Pemimpin Umat Kristiani Tertinggi, Paus Fransiskus: Islam Bukanlah Teroris


Paus Fransiskus mengatakan terorisme bukan monopoli satu agama tertentu. Tindakan itu dilakukan oleh sekelompok orang fundamentalis dan tidak menggambarkan agama itu secara keseluruhan.

Islam tidak bisa disamakan dengan tindak terorisme dan dia juga memperingatkan Eropa yang justru mendorong para pemudanya untuk jatuh ke tangan kaum ekstrimis. Ujar Paus

“Tidak benar dan tidak tepat (untuk mengatakan) Islam adalah teroris,” ujar Paus Fransiskus pada Minggu, 31 Juli di atas pesawat resmi yang digunakan Paus usai kembali dari kunjungan ke Polandia selama 5 hari.

“Saya pikir tidak tepat untuk mengaitkan Islam dengan tindak kekerasan,” tuturnya lagi.

Dia juga tetap bersikeras memegang teguh kalimatnya itu bahkan ketika mengecam aksi pembunuhan yang brutal terhadap seorang pastor Katolik di Perancis pada tanggal 26 Juli lalu. Dia tidak menyebut Islam sebagai penyebab peristiwa itu, kendati kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim sebagai otak kejadian brutal tersebut.

“Di hampir semua agama, akan selalu ada sekelompok kecil orang yang fundamentalis. Bahkan, di dalam agama Katoik juga terdapat kelompok itu,” tuturnya lagi.

Dia menyebut jika ingin berbicara mengenai tindak kekerasan terkait Islam, maka Paus Fransiskus juga harus membahas tindak kekerasan terkait agama Kristen.

Baca Juga

“Setiap hari di koran saya melihat tindak kekerasan di Italia. Seseorang telah membunuh kekasihnya, sementara di peristiwa lain seseorang telah membunuh ibu mertuanya. Mereka semua dibaptis secara Katolik,” katanya.

Klimat itu disampaikan Paus Fransiskus usai beberapa umat Muslim ikut hadir dalam misa Katolik di gereja Saint-Etienne-du-Rouvray di dekat Rouen, Perancis pada Minggu kemarin. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan duka pasca peristiwa pembunuhan terhadap pastor Jacques Hamel.

Dua pelaku pembunuhan menggorok leher Hamel di altar gereja yang dipimpinnya. Paus Fransiskus menyebut agama bukan sebagai pendorong di balik tindak kekerasan. Justru dunia perekonomian yang memuja uang sebagai Tuhan.

“Terorisme tumbuh berkembang ketika tidak ada pilihan lain dan selama perekonomian dunia hanya terpusat pada pemujaan uang sebagai Tuhan dan bukan sosok tertentu,” katanya lagi.

Baca Juga

Dia kemudian bertanya kepada para pemimpin negara Eropa, sudah berapa banyak kaum muda berhasil hidup secara ideal.


“Mereka tidak memiliki pekerjaan, sehingga beralih memilih mengkonsumsi narkoba, alkohol dan bahkan bergabung dengan kelompok fundamentalis,” ujarnya

Subscribe to receive free email updates: