Nak! Memang Ayah Tidak Pernah Menyusuimu, Namun Setiap Tetes Keringat Ayahmu Menjadi Air Susu yang Membesarkanmu

Banyak orang kadang menilai sosok Ayah merupakan sosok yang sangat kuat, tangguh, tegar dan tidak pernah menangis sekalipun. Tetapi, apakah benar seperti itu? Sahabat yang baik hatinya mari membaca sebuah renungan, mungkin setelah membaca ini sahabat akan merindukan sosok Ayah.


Sepertinya Ibu lebih sering menelpon untuk bertanya keadaan anaknya setiap hari, tetapi Ayah kerap juga mengingatkan Ibu untuk menelpon anak-anaknya untuk bertanya kondisi dan keadaan ketika sang anak berada jauh dari mereka.

Pasa saat kecil (masih bayi) Ibu lebih sering menggondong anak-anaknya, namun apakah sebagai anak kita mengetahuinya, selepas pulang bekerja mencari nafkah dengan raut muka yang sangat letih Ayah akan menyakan keadaan anaknya dengan kerinduan yang mendalam. Meskipun anak-anaknya telah tertidur lelap Ayah menatap anak-anak kecilnya dengan penuh kebahagiaan.

Pada saat sang anak sedang sakit (demam, batuk, pilek) Ayah pasti berucap “ Sudah diberitahu, jangan suka minum es”. Lantas sang anak menjauhi Ayah dan menangis di depan Ibu.

Tetapi, apakah sebagai anak kita mengetahui bahwa Ayah sedang risau karena keadaan anaknya yang sedang sakit. Kadang sampai ia tidak bisa konsentrasi bekerja memikirkan anaknya yang sedang sakit.

Pada saat remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh! ”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan Ibu sendiri.

Karena bagi Ayah, anaknya adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.

Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ”dimana, dan sedang apa aku diluar sana.”

Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayahlah yang berkata: Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama.

Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.

Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ”anakku sekarang sukses.” Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya. Sampai ketika nanti aku menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.

Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Allah, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra dan putri kecilku yang manis bersama pasangannya.

”Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah”

Anakku..

Memang ayah tidak mengandungmu….
tapi darahnya mengalir di darahmu….

Memang ayah tak melahirkanmu….
Memang ayah tak menyusuimu….
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu…

Nak…

Ayah memang tak menjagaimu setiap saat…
tapi tahukah kamu, di dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya…

Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…

BACA JUGA

Untuk Seorang Anak yang Lebih Mementingkan Hal Lain Ketimbang Mementingkan Ibu Kandung Sendiri. Bacalah Pesan Ini


Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu…

Dia ingin kamu mandiri, agar ketika kami tiada lagi kamu sanggup menghadapinya semua sendiri..

Bunda hanya ingin kamu tahu nak..
Bahwa cinta Ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta Ibunda…

Anakku…


Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu… Maka hormati dan sayangi Ayahmu.

Subscribe to receive free email updates: