Bejat! Tidak Cukup Membantai, Militer Myanmar Juga Memperkos4 Perempuan Muslim Rohingya

Muslim Rohingya
Militer Myanmar disebut-sebut telah memperkos4 dan melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan perempuan Muslim Rohingya di Desa U Shey Ka, negara bagian Rakhine. Delapan orang perempuan mengaku diperkos4 di bawah todongan senjata saat para tentara menggerebek rumah mereka serta menjarah sejumlah perhiasan.

Tentara Myanmar memang tengah gencar menggerebek rumah warga setelah serangan terhadap sejumlah pos penjagaan di perbatasan. Pemerintah menyebut serangan tersebut dilakukan militan asal Rohingya bernama Al Yakin Mujahidin.

“Mereka menjamahku di dalam rumah. Mereka merobek pakaianku dan mencopot kerudungku. Dua orang tentara memegang kedua tanganku. Satu orang lagi membelai rambutku dari belakang dan mulai memperkos4,” ujar seorang korban berusia 40-an tahun, seperti dimuat Reuters, Jumat (28/10/2016).

Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Juru Bicara Kepresidenan Myanmar Zaw Htay. “Tidak ada penjelasan logis bagaimana pemerkosaan terjadi di tengah desa berisi 800 rumah di mana para pemberontak bersembunyi,” ujarnya.

Zaw juga langsung menelefon komandan militer di wilayah tersebut. Para tentara memang melakukan penyisiran di U Shey Kya pada 19 Oktober 2016. Tetapi, mereka meninggalkan tempat tersebut tanpa adanya kekerasan. Sementara pejabat desa U Shey Kya, Armah Harkim, berupaya untuk mencari kebenaran informasi tersebut terlebih dahulu.

Keterangan tersebut dibantah oleh penduduk setempat dan sejumlah aktivis. Mereka menyebut sejumlah warga sipil ditangkap selama operasi. Zaw Htay menuduh warga mengarang tuduhan sebagai upaya mengaburkan informasi.

Kepala Polisi Negara Bagian Rakhine juga menyebut klaim tersebut sebagai propaganda dari kelompok pemberontak.


Benar-Benar Biadab, Pemerintah Myanmar Akan Membogkar Puluhan Masjid dan Madrasah



Subscribe to receive free email updates: